Awal Mula Berdirinya Pondok Pesantren Miftahul Ulum Muhammadiyah Pekajangan

A.    Kondisi Umum Pondok Pesantren Miftahul Ulum

Pondok pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum Pekajangan berada di perkampungan Pejambon yang terletak di Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupanten Pekalongan, Jawa Tengah. sebuah desa yang terletak di sebelah selatan sekitar 10 Km dari arah kota Pekalongan. Sebagian besar masyarakat desa Ambokembang adalah pedagang dan wiraswasa, dengan kondisi yang beragam, baik secara sosial dan tigkat pendidikan. Sifat gotong royong masyarakat sangat mendudkung terhadap keberadaan Pondok Pesantren tersebut.

Adapun letak geografis Pondok pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum di batasi oleh :

  • Sebelah Barat berbatasan dengan persawahan desa tangkil Tengah
  • Sebelah Timur berbatasan dengan perkmpungan desan Ambokembang
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan perkampungan Pejambon
  • Sebelah Utara berbatasan dengan desa Ambokembang

Pondok pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum berdiri di atas lahan tanah seluas hampir 2,5 hektar, dengan status tanah wakaf milik H. Fauzan Harun. Tanah tersebut diwakafkan kepada Muhammadiyah Cabang Pekajangan. Amanat berupa wakaf tersebut di gunakan oleh cabang Muhammadiyah Pekajngan untuk membangun lembaga pendidikan islam. Di atas tanah tersebut berdiri komplek pendidikan yang didalamnya terdapat Pondok pesantren Miftahul ulum, Madrasah Tsanawiyah (Disamakan ) dan Madrsah Aliyah (Diakui). adapun nama Miftakhul’ ulum di ambil dari nama sebuah masjid yang berada di komplek pendidikan  madrsah Aliyah danStanawiyah karena jauh sebelum adanya pondok pesantren Miftahul Ulum telah ada terlebih dahulu lembaga pendidikan di komplek tersebut yaitu madrasah Aliyah dan madrsah tsanawiyah, sejauh ini pondok pesantren Miftahul Ulum selalu menuai perkembangan baik secara fisik maupun non fisik yang cukup pesat, dengan keadaan jumlah santri yang kian tahun semakin meningkat.

Keberadaan Pondok pesantren Miftahul Ulum Muhammadiyah Pekajangan di tengah-tengah masyarakat  Pekajangan dan Ambokembang mempunyai peranan yang penting, terutama dalam bidang dakwah Islam di masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar Pondok Pesantren merasakan sekali manfaatnya terhadap keberadaan Pondok pesantren di tengah-tengah mereka.

B.   Sejarah Pondok Pesantren Miftahul Ulum Muhamamdiyah Pekajangan

Latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum bermula dari keluarnya keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-39 di Padang yang mengintruksikan kepada daerah-dearah agar memperbanyak lembaga pendidikan ulama. Selain itu keprihatinan para kyai dan sesepuh di Organisasi Muhammadiyah cabang Pekajngan terhadap gejala kelangkaan Mubaligh dan Mubalighd yang ada di Organisasi Muhammadiyah cabang Pekajngan, sejalan dengan itu, tuntutan dan kebutuhan masyarakat akan hadirnya Mubaligh dan Mubalighd di tengah-tengah mereka kian banyak. Dengan landasan ini kemusian pada Kyai dan sesepuh di Organisasi Muhammdiyah mendirikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum yang diprakasai oleh KH. Sulkhan Mighrom (Al-Marhum) dan Kh. Ishom Cholil, sesepuh dan penasehat Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan pada masa Kepemimpinan H. Chadliri Masyhuri periode 1991-1996.

Pada awalnya pendidikan Pondok pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum hanya berupa kajian pendalaman dan penghayatan agama Islam dalam bentuk takhasus ini di maksudkan sebagai embrio awal didirikannya Pondok Pesantren Miftahul Ulum, dimana peserta tidak di batasi oleh umur serta tanpa dipungut biaya sedikitpun. Pendidikan takhasus ini berlangsung  selama 2 tahun yaitu bulan juni tahun 1995 sampai dengan bulan juni 1997 yang bertempat di kantor Cabang Muhammadiyah Pekajngan. Akhirnya Pimpinan Cabang Muhammadiyah pekajangan, melaui Rapat Peleno memutuskan berdirinya Pondok Pesantren Muhammadiyah dengan nama Miftahul Ulum keputusan Rapat Pleno Pimpinan Cabang Muhammadiyah tersebut tertungan dalam surat Keputusan No 95/S.KEP/V.0/B/1997 tertanggal 15 Juni 1997.

Pada awal pendirian KH. Syukron Madani Qahmad Ambari ditetapkan sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah , emalui Surat Keputusan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan yang ditandantangani oleh H, Yusuf Yahya sebagai ketua Pimpinan cabang Muhammadiyah Pekajangan Periode 1996/2001. sebagai tindak lanjut dari keputusan rapat pleno di atas maka pada tahun 1997/1998 di mulailah awal tahun ajaran di Pondok Pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum. Apada tahun awal ajaran baru, Pondok Pesantren Miftahul Ulum membuka pendaftaran santri dengan jumlah 42 anak dengan jenjang pendidikan formal madrsah Aliyah dan madrsah tasanawiyah, kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilakukan melalui jalur pendidkan formal yaitu Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Muhammadiyah Pekajngan di pagi hari dan jalur pendidikan non formal yang di laksankan pada waktu sore, malam dan subuh dengan sistem klasikal dibimibing Bapak Kyai dan Asayidz. Ternyata pondok pesantren tersebut berjalan dengan suatu halangan yang berrati sampai sekarang, dengan beberapa perubahan dalam bisang sistem pendidikan dan pengelolaan yang di sesuaikan dengan perubahan zaman.

C.  Tujuan Pondok Pesantren Miftahul Ulum

Pondok pesantren Miftahul Ulum Muhammadiyah adalah lembaga pendidikan khusus yang dirancang untuk mencetak  kader-kader ulama, zu’ama, mubaligh dan mu’alim yang bertaqwa kepada Allah SWT, berwawasan luas, mandiri kreatif sesuai dengan kepribadian Muhammadiyah. Pondok Pesantren Miftahul Ulum didirikan dan diselenggrakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan, di mana tanggung jawab utama pengelolaan dan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diserahkan kepada Mudir, sebagi pimpinan tertinggi di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Muhammadiyah Pekajangan.

Sebagai lembaga pendidikan yang mempunyai ciri khusus keagamaan, Pondok Pesantren Miftahul Ulum merancang maksud dan tujuan yang hendak daicapai sebagaimana yang diamanatkan Muhammadiyah, yaitu terbentuk santri yang beriman kepada Allah, percaya pada diri sendiri dan berwawasan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Oleh karena itu, secara sederhana dapat dikatakan Visi dan Misi utama didirikannya Pondok Pesantren Miftahul Ulum adalah :

  • Visi

Mempersiapkan Kader Islami, Kreatif fan Inovatif

  • Misi
  1. Membangun mental spiritual santri dengan Imam, Islam dan Ihsan
  2. Mendidik santri untuk menumbuh kembangkan kreatifitas hidup mandiri
  3. Memberi bekal ilmu yang mengembangkan daya piker yang Inovatif  dan agumentatif

Dari tujuan tersebut diharapkan lulusan dari Pondok pesantren Miftakhul’ Ulum dapat bersaing di dunia luar tanpa mendapatkan hambatan-hambatan yang berarti. Untuk memenuhi tujuan tersebut, pondok pesantren memberikan bekal ilmu agama yang cukup memadai, bahasa arab dan bahasa inggris dan pengetahuan umum lainnya.

D.  Karakteristik Pondok Pesantren Miftahul Ulum

1. Kondisi Umum Pesantren

Pondok pesantren Muhammadiyah Miftahul ulum didirikan di atas tanah seluas 2,5 hektar. Bangunan terdiri atas beberapa bagian anatara lain :

  1. Ruang Belajar atau rungan kelas
  2. Kamar tidur
  3. Kantor
  4. Perpustakaan
  5. ToserbaMU
  6. Kantin
  7. Kamar Mandi
  8. Masjid
  9. Dapur Umum
  10. Ruang Dapur Putra
  11. Ruang Dapur Putri
  12. Madrasah Tasanawiyah
  13. Madrasah Aliyah
  14. SMA Muhammadiyah 2 Pekalongan
  15. Rungan laborat Komputer
  16. Studio Music
  17. Bank BTM
  18. Ruangan Keptrampilan Menjahit dan lian-lain.

2. Program Pendidikan

Pondok Pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum Pekajangan mempunyaiu dua program jenjang selama 6 tahun, yang dalam pelaksanaannnya dibagi menjadi dua program sebagi berikut :

2.1  Program Pendidikan Formal

Program Pendidikan Formal, menyelenggrakan sekolah pagi hari dengan menggunkan kurikulum Departemen Agama yang berbentuk sekolah formal yaitun Madrasah Tsanawiyah selama 3 tahun dan Madrsah Aliyah 3 tahun.

2.2  Program Pendidikan non Formal

Program pendidikan non formal, menyelenggarakan pendidikan sostem salafi ndengan menggunakan kitab-kitab kuning sebagai bahan rujukan dalam Kegiatan Belajar mengajar, ditambah dengan kegiatan ekstra meliputi : Kegiatan keorganisasian (IPM atau OPPM), olah raga, kepanduan, kursus keterampilan (menyablon, keligrafi, leter), kesenian, muhadloroh, tilawatil qur’an dan lain-lain.

Kelembagaan

Mengingat institusi Pondok pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum ini bernaung dalam sebuah Organisasi islam yaitu Muhammadiyah, maka secara kelembagaan Pondok pesantren ini di bawah naungan langsung Pimpinan Cabang  Pekajngan. Berikut adalah struktur dan pembagian tugas kerja Pondok pesantren Miftahul Ulum.

2.3  Aktifitas Pendidikan

Adapun kegiatan-kegiatan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Miftakhul’ Ulum meliputi :

Kegiatan Harian

Kegiatan harian di Pondok Pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum dari sekolah pagi, ekstrakurikuler. Kajian ke-Islaman dapat di kaji pada tabel sebgai berikut :

Jadwal Kegitan santri 24 Jam

NO

WAKTU

AKTIFITAS

1 03.30-04.00 Persiapan Sholat Jama’ah Subuh
2 04.0-04.30 Sholat Jama’ah Subuh
3 04.30-05.30 KMB Pondok
4 05.30-06.30 Istirahar : Olah raga
5 06.30-07.00 Makan pagi
6 07.00-13.30 KBM
7 13.30-15.30 Istirahat : Tidur Siang
8 15.00-15.30 Sholat Jama’ah Ashar
9 15.30-17.00 KBM
10 17.00-18.00 Istirahat dan Persiapan Sholat Maghrib
11 18.00-19.00 Tadarus Al-Qur’an
12 19.00-19.30 Makan Malam
13 19.30-20.00 KMB. Kajian Bahasa
14 20.00-22.00 Belajar Malam
15 22.00-03.30 Istirahat : Tidur Malam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan Bulanan

Kegiatan bulanan meliputi berbagai macam lomba untuk meningkatkan kompetisi para santri melalui cabang lomba keagamaan, bahasa, ketangkasan dan keahlian, latihan kepemimpinan, tadabur alam, mengadakan kajian KeIslaman dan lain-lain.

Kegiatan berkala/Tahunan

Kegiatan tahunan Pondok Pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum meliputi : PORSEKA (Pekan Olah Raga Seni dan Pramuka), pergantian Pimpinan Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Miftakhul’ Ulum (OPPM), Studi Banding ke Pondok yang lebih maju dan mengadakan pengajian umum dalam rangkaian pelepasan santri akhir.

E.  Kurikulum Pondok Pesantren Miftahul Ulum

Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum Pekajangan berada dalam satu komplek dengan Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Pekajangan. Pondok Pesantren menggunakan kurikulum terpadu dengan menggabungkan antara madrasah dengan Pesantren.

Kerangka dasar kurikulum pondok Pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum Pekajangan terdiri dari :

  1. Ilmu Agama
  2. Ilmu Akhlak
  3. Ilmu pengetahuan dan Teknologi
  4. Kesenian

Struktur Kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum tiap mata pelajaran dituangkan dalam bentuk kompetensi (standar kompetensi dan Kompetensi Dasar) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Struktur Kurikulum meliputi :

  • Komponen Mata Pelajaran

Komponen pelajaran Pondok Pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum Pekajangan meliputi mata pelajaran Ilmu Agama dan Akhlak, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; dan Kesenian.

  • Muatan Lokal

Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan kebutuhan Pondok Pesantren, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau telalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran sendiri.

  • Pengembangan diri

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi pondok pesantren.

Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan santri yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar dan pengembangan diri karir peserta didik.

Tujuan Penyusunan Kurikulum

Kurikulum Pondok Pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum Pekajangan ini menjadi acuan bagi pesantren dalam menyelenggarakan pendidikan. Tujuan penyusunan kurikulum mengarahkan peserta didik :

  1. Beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
  2. Memiliki akhlak al karimah (akhlak yang mulia)
  3. Memahami, menghayati dan Menghafal Al Qur’an
  4. Menguasai dasar-dasar ilmu, agama, pengetahuan teknologi dan seni.
  5. Berhablum minallah dan hablum minannas dengan beik dan benar.
  6. Mengaktualisasikan diri sesuai bakat, minat, dan potensi yang dimiliki.
  7. Menjadi kader Muhammadiyah dan Agamam Islam.
  8. Menjadikan santri lebih mandiri.
  9. Prinsip Pengembangan Kurikulum

Pengembangan Kurikulum berpedoman pada   prinsip-prinsip berikut :

  • Mewujudkan siswa yang mempunyai karakter akhlakul karimah, kratif, mandiri, percaya diri dan mempunyai kepedulian;
  • Berlandaskan pada pembinaan iman, islam dan ikhsan yang berdasarkan pada Al-Qur’an dan Al-hadits diringi pemahaman keilmuan yang benar dan baik; dan diimbangi dengan ketrampilan TIK.
  • Berorientasi pada potensi perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya;
  • Menjadikan kader Muhammadiyah dan kader mubaligh.
  • Holistic dan humanistic yang mempunyai makna menyeluruh, terpadu dan berkemanusiaan untuk membina beragam karakter dan potensi memperhatikan keragaman peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta  menghargai  dan  tidak  diskriminatif  terhadap  perbedaan status sosial ekonomi, dan jender;
  • Pengembangan berbagai bakat, potensi dan pengetahuan peserta didik sepanjang masa;
  • Sinkronisasi dengan daya saing dan kebutuhan lingkungan sekitar;
  • Harmonisasi antara kepentingan nasional, daerah dan yayasan.

F.  BEBAN BELAJAR SANTRI

Pondok Pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum Pekajangan dalam memberikan beban belajar santri dengan menyesuaikan kebutuhan Pesantren, adapun beban belajar santri tingkat Tsanawiyah, SMA dan Aliyah sebagai berikut :

BEBAN BELAJAR SANTRI KELAS I, II & III
(Tingkat Madrasah Tsanawiyah)

NO MATA PELAJARAN
Kelas I (satu) Kelas II (dua) Kelas III (tiga)
1 Akhlak Akhlak B Arab
2 Bahasa Arab Bahasa Arab Hadits
3 Hadits Hadits  Bahasa Inggris
4 Imla Bahasa Inggris Kemuh / PKM
5 Bahasa Inggris Kemuh / PKM Khot
6 Khot Khot Muhadatsah
7 Mahfudhat Mahfudhat Nahwu
8 Muhadatsah Muhadatsah Qiroatul Qur’an
9 Muthola’ah Nahwu Shorof
10 Tahfid Qiroatul Qur’an Tahfid
11 Tahsin Shorof Tartil
12 Tajwid Tahfid Tarjamah
13 Tartil Tartil
14 Tarjamah Tarjamah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BEBAN BELAJAR SANTRI KELAS IV, V & VI
(Tingkat SMA dan Madrasah Aliyah)

NO MATA PELAJARAN
Kelas IV Kelas V Kelas VI
1 Aqidah Aqidah Aqidah
2 B Arab B Arab B Arab
3 B Inggris Hadits B Inggris
4 Hadits HPT Hadits
5 HPT B Inggris HPT
6 Khot Khot Kemuh / PKM
7 Muhadatsah Muhadatsah Khot
8 Mutholaah Mutho Muhadatsah
9 Nahwu Nahwu Nahwu
10 Shorof Shorof Qiro’
11 Tafsir Tafsir Shorof
12 Tahfid Tahfid Tafsir
13 Tahsin Tartil Tahfid
14 Tartil Ushul Fiqh Tartil
15 Ushul Fiqh Qiro Ushul Fiqh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan-kegiatan penunjang bagi terbentuknya kualitas santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum berupa kegiatan yang mendukung kualitas akademik, dengan mengoptimalkan organisasi santri seperti Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM), Pramuka dalam bentuk Kepanduan seperti Hizbul wathan (HW), mengintensifkan komunikasi harian dalam bahasa Arab dan Inggris, kegiatan seni dan olah raga, serta ketrempilan mengoperasionalkan komputer dan sebagianya.

Kegiatan-kegiatan non akademik yang berkaitan dengan kehidupan Pondok pesantren dan masyarakat  sekitrnya adalah kegiatan yang berdampak ekonomi seperti : mendirikan koperasi Pondok pesantren (KOPONTREN) dengan membuka kios berba ada bagi kebutuhan santri, jasa telekomunikasi (Wartel) dan perdangangan.

Dengan desain kurikulum tersebut, target yang akan di capai dalam pengelolaan Pondok Pesantren Miftakhul’ Ulum Muhammadiyah adalah :

Mencipatakan kurikulum terpadu anatar pendidikan formal (Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah ) dengan Pondok Pesantren Miftahul Ulum dengan memasukkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (Iptek) seperti ketermpilan menjahit, tata oga dan komputer dengan pembinaan iman dan taqwa (Imtaq) secara berimbang, sehingga diharapkan  alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum ini menjadi kedar yang di harapkan Muhammadiyah sebagai mana ungkapan KH. Ahamd Dahlan, yaitu : Intelek Ulama dan Ulama Intelek. Selain itu, kurikulum pesantren di harapkan dapt membangkitkan semangat berwiraswasta dalam rangka memberdayakan ekonomi umat, santri melalui koperasi.

G.  Sistem Pembelajaran Pondok Pesantren Miftahul Ulum

Model pembelajran yang dikembangakan Pondok pesntren Miftahul Ulum Muhammadiyah pekajangan adalah perpaduan antara sistem pembelajran Pondok pesantren salafi dan khalafi dengan ciri-ciri sebagai berikut :

Kegaitan belajar mengajar dilaksanakan secara klasikal di kelas dengan kegiatan terjadwal Kurikulum terpadu antara Pondok pesantren dan Madrasah. Pengajaran Pondok pesantren Miftahul Ulum dan Kyai atau ustadz bersikap aplikatif. Evaluasi pembelajaran diadakan dengan klasifikasi jenjng semester. Teknik yang digunakan dalam evaluasi adalah dengan melihat beberapa hal, antara lain aspek pengetahuan (kognitif), aspek sikap (afektif ) dan psikomotorik.

Tenaga Pendidik di Pondok Pesantren Miftahul Ulum

Pondok pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum di kelola oleh Dewan Asatidz yang tealah mencapai kualifikasi keilmuan dalam berbagai bidang, baik ustadz yang mengajar bidang ilmu umum maupun agama.

Para pengajar Pondok pesantren Miftahul Ulum sebagian besar lulusan dari Alumnus Pondok pesantren Modern Darussalam Gontor, Pondok Modern Arrisalah Ponorogo, Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang Jawa Timur, Pondok Pesantren Modern Putri Al-Mawaddah, Pondok Pesantren Modern Putri Gontor Mantingan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, IKIP Semarang, Undip, IAIN Semarang dan lain-lain.