Pesantren Pertama di Indonesia

Salah satu penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan melalui lembaga pendidikan yang dikenal dengan pesantren. Pesantren berawal dari guru agama di masjid, istana, atau mengajarkan tasawuf di pertapaan. Namun, informasi tentang tentang asal usul lembaga ini sangat sedikit.

Salah satu Pesantren di Ponorogo masa lampau

Tercatat pesantren tertua yang dapat diketahui tahun berdirinya adalah pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh Sultan Paku Buwono II pada tahun 1742. Selanjutnya, lembaga pendidikan diresmikan pada tahun 1800-an.

Sebuah sumber sejarah tradisional, yaitu Serat Centhini menyebutkan bahwa cikal bakal pesantren terdapat di Karang, Provinsi Banten. Pesantern Karang ini berdiri sekitar tahun 1520-an. Dalam Serat Centhini diceritakan tentang seorang tokoh yang bernama Danadarma. Ia mengaku telah belajar selama tiga tahun di Karang, Banten.

Selain itu, tokoh bernama Jayengresmi alias Amongraga juga belajar paguron (perguruan) Karang di bawah bimbingan seorang guru Arab bernama Syaikh Ibrahim bin Abu Bakar yang dikenal sebagai Ki Ageng Karang. Dari Karang kemudian dia pergi ke paguron di Jawa timur.

Sejarah kelahiran pesantren di Indonesia selalu bersinggungan dengan kebudayaan pribumi yang merupakan pertemuan antara tradisi pengajian Islam dan tradisi padepokan (perguruan Hindu-Budha). Karakteristik ini yang menyebabkan tradisi pesantren selalu terbuka dan selektif terhadap kebudayaan lainnya. Hal ini juga yang menyebabkan mengapa pesantren tetap eksis hingga saat ini dengan karakteristik yang dimilikinya.

Sejarah menunjukkan bahwa cikal bakal pesantren di Jawa telah dimulai oleh Walisanga yang memiliki keragaman metode dan dakwah. Metode ini kemudian dikembangkan oleh generasi berikutnya dengan membentuk sebuah institusi pendidikan Islam tradisional.

Oleh karena itu, tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa pesantren telah menjadi local genius dalam model pendidikan di Indonesia. Di kalangan umat Islam sendiri, pesantren telah dianggap sebagai model institusi pendidikan yang memiliki keunggulan, baik dari tradisi keilmuan maupun transmisi akhlak. @IMBS_Information Centre